Responsive Banner design

Sarana dan Prasarana di SMPN 1 Magetan


          Hy, buat sobat lagi yang ngapain aja. Kini saya menulis artiket tentang sekolah saya yang tercinta. Saya sekarang bersekolah di SMPN 1 Magetan. Sekolah ini merupakan sekolah favorit di wilayah tepat tinggal saya, mungkin sekolah ini menjadi sekolah yang difavoritkan karena sekolah ini merupakan satu dari dua Sekolah Menengah Pertema yang memiliki gelar RSBI di kota saya Magetan. Karena sekolah saya merupakan sekolah yang bergelar RSBI pastinya juga mempunyai target untuk menjadi sekolah bergelar SBI.
          Untuk menjadi sekolah yang memiliki gelar seperti yang disebutkan di atas tidak akan semudah membalik telapak tangan, oleh karena itu siswa dan guru berusaha untuk mencapai target tersebut. Menurut saya untuk mencapai terget itu sekolah harus memberi sarana dan prasarana yang terbaik serta lengkap untuk siswa. Pada umumnya di SMPN 1 Magetan sarana dan prasarana sudah hampir lengkap. Disini saya katakan hampir karena ada beberapa sarana dan prasarana masih kurang, contohnya alat perlengkapan kelas, pasalnya saat diadakan lomba kebersihan kelas sebagian besar kelas mereka diharuskan melengkapi perlengkapan tersebut, walaupun sudah disediakan oleh pihak TU karena yang disediakan hanya beberapa, oleh karena itu siswa haru mengumpulkan uang untuk membelinya sendiri untuk membeli perlengkapan yang belum disediakan itu. Selain itu biasanya saat pelajaran jam kelima sampai jam terakhir di sebagian besar kelas sangat panas kerena tidak ada pendingin udara ataupun kipas angin hal ini membuat tidak nyaman kegiatan KBM di kelas. Selain itu juga ada beberapa siswa yang dirugikan akibat kurangnya fasilitas sarana prasarana tersebut. Pasalnya saya pernah mengalaminya saat saya dan teman teman kelas 9 H tengah istirahat di kantin kami baru menyadari ternyata KMB sudah dimulai kembali hal ini terjadi karena speaker di kantin tidak berfungsi pada saat itu sehingga kami tidak diizinkan mengikuti pelajaran ( PKN saat itu ) dikarenaka telat masuk ke kelas. Hal ini jelas jelas merugikan siswa.
          Oleh karena itu untuk menjadi SBI bukan hal yang mudah perlu pembenahan yang cukup banyak di SMPN 1 Magetan. SBI tidak adan pernah dicapai jika sarana dan prasarananya masih seperti itu. Saya harap setelah ini dilakukan perbaikan sarana dan prasarana agar tidak ada siswa yang dirugikan. Maaf bila saya disini menuliskan hal-hal yang masih kurang bukan maksud saya untuk membuat buruk nama SMPN 1 Magetan tapi untuk pembenahan supaya lebih baik. Serta tulisan saya ini merupakan fakta yang terjadi di lapangan.

Kebersihan Di Lingkungan SMPN 1 MAGETAN


          SMPN 1 Magetan adalah salah satu Sekolah Menengah Pertama yang tervaforit di kawasan Kabupaten Magetan. SMPN 1 Magetan terletak di Jl. Kartini, No 04 Magetan. Dan pada saat ini SMPN 1 Magetan sudah menjadi menjadi RSBI, memang untuk menjadi sekolah yang mempunyai gelar RSBI cukup sulit, tetapi kita tidak boleh puas karena masih ada target yang lebih tinggi yaitu menjadi sekolah SBI. Untuk menjadi sekolah yang bergelar SBI harus memiliki bebarapa syarat yang harus terpenuhi, salah satunya adalah kebersihan lingkungan sekolah, Oleh karena itu dibuat jadwal disetiap kelas yang disebut jadwal piket siswa. Ini adalah jadwal yang berisi nama siswa yang bertugas membersihkan lingkungan kelas pada suatu hari, walaupun sudah dibuat jadwal seperti ini lingkungan SMPN 1 Magetan masih sangat kurang untuk dikatakan bersih. Oleh karena itu pada setiap kelas diberi tempat sampah. Tempat sampah ini dibedakan dari jenis sampah yang dibuang, yaitu sampah kertas, sampah plastik, dan sampah daun. Setelah dikumpulkan sampah yang paling banyak adalah sampah plastik, mayoritas sampah ini dibuang oleh siswa dari bungkus makanan ringan yang mereka beli. Sedangkan sampah kertas lebih sedikit dibandingkan sampah plastik, sampah ini biasanya dibuang oleh siswa dari sobekan kertas-kertas yang selesai mereka gunakan untuk menghitung biasanya pada pelajaran matematika atau fisika, selain itu juga dari bungkus makanan yang terbuat dari kertas biasanya nasi bungkus. Sedangkan sampah daun yang berisi daun yang jatuh sangat sedikit, hal ini terjadi karena mungkin sedikitnya pohon yang berada di kawasan SMPN 1 Magetan, atau mungkin karena siswa yang enggan mengambil daun-daun yang jatuh di sekitar kelas mereka. Tapi walaupun diberi tempat sampah seperti ini banyak siswa yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Pada umumnya mereka membuang sampah yang tidak sesuai dengan jenis sampah yang mereka buang, contohnya mereka membuang sampah plastik pada tempat sampah kertas, atau tempat sampah daun. Oleh karena itu supaya siswa bisa menjaga kebersihan siswa harus sadar dari hati mereka masing-masing. Dan guru memberikan sanksi jika mengetahui ada siswa yang membuang sampah sembarangan, serta para siswa yang melihat teman mereka membuang sampah sembarangan harus mengingatkan. Oleh karena itu kita harus menjaga kebersihan lingkungan sekolah kita.